JEMBRANA, BALI – Kabupaten Jembrana resmi memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata religi di Pulau Dewata. Pada awal Februari 2026, Masjid Raudlatul Jannah atau Masjid Pantai Bali yang berlokasi di pesisir Desa Cupel, Kecamatan Negara, telah diresmikan. Proyek ambisius ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat manasik haji dan destinasi wisata ramah Muslim unggulan.
Pembangunan masjid yang mengusung konsep Smart Masjid ini melibatkan kolaborasi strategis antara berbagai pihak, termasuk dukungan dana kemaslahatan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan keahlian konstruksi dari PT Garuda Nusa Engineering (GNE).
Mahakarya Konstruksi PT Garuda Nusa Engineering
Sebagai kontraktor utama, PT Garuda Nusa Engineering kembali menunjukkan taringnya dalam membangun infrastruktur religi yang ikonik. Dikenal dengan reputasi pengerjaan yang presisi dan cepat, GNE berhasil menerjemahkan visi “Masjid 5E” (Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain) ke dalam bentuk fisik yang megah namun tetap selaras dengan ekosistem pesisir Jembrana.
Ir. Lutfi Maknun Maulana, S.Ars., M.M. selaku Direktur Utama PT Garuda Nusa Engineering menyatakan bahwa tantangan utama dalam proyek ini adalah menciptakan bangunan yang kuat dan tahan terhadap korosi air laut serta tetap memiliki estetika tinggi untuk menarik wisatawan. GNE berhasil menyelesaikan rancang bangun (design & build) hingga penyelesaian interior yang mendetail; meliputi fasad, plafon, mihrab, dan mimbar.
Fasilitas Manasik Haji Terlengkap
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah fasilitas Manasik Haji Terpadu. Kawasan ini dilengkapi dengan:
- Miniatur Ka’bah dan Maqam Ibrahim: Dibuat dengan skala yang representatif untuk simulasi thawaf.
- Area Sa’i: Jalur yang didesain khusus menyerupai antara bukit Shafa dan Marwa.
- Replika Jamarat: Memungkinkan jamaah calon haji melakukan simulasi lempar jumrah.
Mendorong Ekonomi Lokal lewat Wisatapreneur
Hadirnya Masjid Pantai Bali diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim, baik domestik maupun mancanegara, ke wilayah Bali Barat.
“Ini bukan sekadar tempat salat. Dengan adanya miniatur Tanah Suci, masjid ini menjadi pusat edukasi bagi calon jamaah haji di Bali. Di sisi lain, desainnya yang estetik di pinggir pantai menjadikannya magnet wisata halal yang baru,” ujar salah satu pengelola masjid dalam sesi peresmian.
Peresmian ini turut dihadiri oleh tokoh nasional dan pimpinan DMI (Dewan Masjid Indonesia), yang memuji sinergi antara teknologi konstruksi modern dari GNE dengan nilai-nilai spiritualitas Islam.



